Home > INFORMASI LAIN > Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

 MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN 

A.      Pendahuluan

Pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari dimensi pembelajaran, peranan pendidik dosen, pamong pelajar, instruktur, tutor, widyaiswara) dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat. Hal ini disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan, atau lebih khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh pendidik yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Fungsi mereka tidak akan bisa seluruhnya dihilangkan sebagai pendidik dan pengajar bagi peserta didiknya. Begitu pun dengan tenaga kependidikan (kepala sekolah, pengawas, tenaga perpustakaan, tenaga administrasi) mereka bertugas melaksanakan administrasl, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. 

Sehubungan dengan tuntutan ke arah profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan, maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan yang telah menjadi komitmen pendidikan nasional. Isu klasik yang selalu muncui selama ini ialah usaha apa yang paling tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan? Oleh karenanya penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana mengelola pendidik dan tenaga Kependidikan tersebut. 

B.      Konsep Dasar

1.      Definisi Manajemen Tenaga Pendidik Dan Kependidikan

Pemahaman konsep manajemen tenaga pendidik dan kependidikan kita terlebih dahulu harus mengerti arti manajemen dan tenaga pendidik dan kependidikan. Berbagai definisi tentang manajemen telah banyak dikemukakan. Sebagai ilmu, Konsep manajemen bersifat universal dengan menggunakan kerangka berpikir keilmuan, mencakup kaidah kaidah dan prinsip-prinsipnya.

a.       Definisi Manajemen

Apakah sebenarnya manajemen itu ? Kata manajemen berasal dari bahasa inggris, management yang dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur / mengelola. Kata manage itu sendiri berasal dari Italia Maneggio yang diadopsi dari bahasa latin yang berasal dari kata manus yang artinya tangan. Konsep manajemen tidaklah mudah untuk didefinisikan. Apabila kita membuat suatu pembatasan atau definsi manajemen dapatlah dikemukakan sebagai tersebut. “ bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (Organizing) penyusunan personalia (staffing) pengarahan dan kepemimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).

b.      Definisi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional pasai 1 ayat 5 dan 6 yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga Kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, vvidyaisvvara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

c.       Definisi Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Dalam organisasi pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan ini merupakan sumber daya manusia potensial yang turut berperan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. 

Berdasarkan asumsi ini, penulis mengacu pada beberapa teori tentang manajemen sumber daya manusia pada organisasi swasta/ perusahaan sehingga sebelum diuraikan definisi manajemen tenaga pendidik dan kependidikan terlebih dahulu akan dipaparkan definisi manajemen sumber daya manusia.

·       MSDM dipandang sebagai fungsi atau subsistem diskrit yang diharapkan mampu menyelesaikan tugas-tugas khusus. Misal: Staffing yang efektif diarahkan untuk put the right person in the right place at the right time. Sistem kompensasi diharapkan mampu memotivasi performansi dan retensi pegawai.

·    MSDM merupakan serangkaian sistem yang terintegrasi dan bertujuan untuk meningkatkan performansi SDM. Misal: staffing, kompensasi, dan pelatihan dimaksudkan untuk menyediakan dukungan yang sinergis bagi organisasi untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencapai tujuan stratejik, dengan menekan biaya atau melahirkan inovasi.

·         Penerapan konsep outsourcing untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

·       Pemanfaatan teknologi (khususnya TI) dalam memberikan layanan informasi secara timbal balik. Dengan menggunakan teknologi yang tepat dapat mengurangi jumlah tenaga kerja tanpa menurunkan mutu layanannya.

·         Pergeseran peran human capital menjadi peran sentral yang membantu organisasi untuk memenangkan persaingan. Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik suatu kesimpuian bahwa manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan dan latihan/pengembangan dan pemberhentian.

2.      Tujuan Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan berbeda dengan manajemen sumber daya manusia pada konteks bisnis, Di dunia pendidikan tujuan manajemen SDM Iebih mengarah pada pembangunan pendidikan yang bermutu, membentuk SDM yang handal, produktif, kreatif dan berprestasi. Di negara kita ada satu Direktorat Tenaga Pendidik di bawah Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan (PMPTK) yang memiliki wewenang untuk mengatur, mengelola tenaga pendidik dan kependidikan, Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan standarisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal.

Fungsi Ditjen PMPTK

·         Penyiapan perumusan kebijakan departemen di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan;

·         Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan;

·         Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan;

·         Pemberian bimbingan teknis dan evaiuasi di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan;

·         Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jenderai; 

Penjabaran tugas dan fungsi dar Dirjen PMPTK ini merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam manajemen tenaga pendidik dan kependidikan. Aas Syaefudin (2005:103) menyebutkan bahvva tujuan pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan adalah agar mereka memiliki kemampuan, motivasi dan creativitas untuk :

Ø  Mewujudkan sistem sekolah yang mampu mengatasi kelemahan- kelemahannya sendiri

Ø  Secara berkesinambungan menyesuaikan program pendidikan sekoiah terhadap kebutuhan kehidupan (beiajar) peserta didik dan persaingan terhadap kehidupan masyarakat Secara sehat dan dinamis

Ø  Menyediakan bentuk kepemimpinan (khususnya menyiapkan kader pemimpin pendidikan yang handal dan dapat menjadi teladan) yang mampu mewujudkan human organization yang pengertiannya lebih dari human relationship pada setiap jenjang manajemen organisasi pendidikan nasional.

Dari uraian-uraian tersebut penulis menarik kesimpulan bahwa tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan secara umum adalah: 

Ø  Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi -Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh karyawan

Ø  Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang mellputi prosedur perekrutan dan seleksi yang ketat, sistem kompensasi dan insentif yang disesuaikan dengan kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas pelatihan yang terakit dengan kebutuhan organis dan individu

Ø  Mengembangkan praktik menejemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa tenaga pendidik dan kependidikan merupakan stakeholder internal yang berharga serta membantu mengembangkan lklim kerjasama dan kepercayaan bersama

Ø  Menclptakan iklim kerja yang harmonis. 

3.      Tugas dan Fungsi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Berdasarkan Undang Undang no 20 tahun 2003 Pasal 39 :(1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. 

Secara khusus tugas dan fungsi tenaga pendidik (guru dan dosen) didasarkan pada Undang-Undang no 14 tahun 2007, yaitu sebagai agen pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta pengabdi kepada masyarakat. Dalam Pasal 6 disebutkan bahwa : Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakvva kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, Serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional tenaga pendidik dan kependidikan harus memiliki kompetensi yang disyaratkan baik oleh peraturan pemerintah maupun kebutuhan masyarakat antara lain: (1) Pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mevvujudkan tujuan pendidikan nasional. (2) Pendidik untuk pendidikan formal pada jenjang pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi dihasilkan oleh perguruan tinggi yang terakreditasi. 

Mereka pun memiliki hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas yaitu :

(1) Pendidik dan tenaga Kependidikan berhak memperoleh:

Ø  Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;

Ø  Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;

Ø  Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;

Ø  Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan

Ø  Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidlkan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

(2) Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: " Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dlnamis, dan dialogis; 

Ø  Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan

Ø  Memberi tekadan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.  

Sumber: Manajemen Pendidikan

 

LP3I MAKASSAR